I. Apa Itu Bola Lampu  

Bola Lampu merupakan sumber cahaya buatan yang akan menghasilkan cahaya ketika dialiri oleh listrik. Bola lampu dapat bekerja dengan memanfaatkan berbagai macam cara, mulai dari pemanasan filamen (pijar), pemanasan gas, hingga reaksi diode yang menghasilkan cahaya dengan tingkat efisiensi yang berbeda. Bola lampu tersedia dengan berbagai macam pilihan daya listrik , warna cahaya dan kuat pancaran cahaya yang harus dipilih sesuai dengan kebutuhan pencahayaan ruangan

  II. Fungsi Bola Lampu  

  III. Jenis Bola Lampu  

1. Lampu Pijar (Incadescent Lamp) merupakan jenis bola lampu yang memanfaatkan filamen pijar tungsten sebagai penghasil cahaya. Jenis bola lampu ini merupakan jenis bola lampu yang paling tua dan telah digantikan oleh jenis bola lampu lainnya karena memiliki rasio rendah penggunaan daya listrik dan kuat cahaya yang dihasilkan, selain itu bola lampu pijar juga memiliki usia pemakaian yang sangat pendek dibandingkan dengan jenis bola lampu lainnya.

2. Lampu TL (Neon / Fluorescent Lamp) merupakan jenis bola lampu yang memanfaatkan tabung gas tertutup berisi gas neon dan fosfor yang bereaksi terhadap aliran listrik dan menghasilkan cahaya. Lampu TL merupakan jenis lampu yang digunakan untuk menggantikan bola lampu pijar karena memiliki penggunaan daya yang lebih hemat dengan cahaya yang lebih terang.

3. Lampu CFL (Compact Fluorescent Lamp) merupakan jenis bola lampu pengembangan dari jenis bola lampu TL sehingga dapat memiliki ukuran yang lebih kecil. Secara umum jenis bola lampu ini memiliki kelebihan yang sama dengan bola lampu TL yaitu hemat listrik dan lebih terang dibandingkan dengan bola lampu pijar.

4. Lampu Halogen (Halogen Lamp) merupakan jenis bola lampu pengembangan dari jenis bola lampu pijar yang memanfaatkan filamen pijar tungsten di dalam tabung berisi gas inert dan sejumlah kecil halogen, bromin, atau yodium sehingga menjadi tahan lama dan mampu menghasilkan cahaya yang sangat terang. Bola lampu ini termasuk ke dalam kategori pencahayaan khusus karena cahaya yang dihasilkan sangat terang dan terfokus pada satu titik sehingga tidak cocok digunakan untuk cahaya indoor. Bola lampu halogen banyak digunakan untuk menerangi berbagai macam objek seni dan lokasi outdoor.

5. Lampu LED (Light Emitting Diode) merupakan jenis bola lampu paling mutakhir yang memanfaatkan modul LED untuk menghasilkan cahaya sehingga menjadi hemat energi, ramah lingkungan dan memiliki durasi pemakaian yang sangat panjang. Bola lampu LED merupakan jenis bola lampu yang sangat disarankan digunakan untuk semua lokasi karena dapat mengurangi penggunaan listrik yang digunakan untuk pencahayaan hingga 70%.

  IV. Penggunaan Daya Bola Lampu  

 Semakin besar daya listrik yang digunakan maka semakin besar pula kuat cahaya yang dihasilkan (lumen), setiap jenis bola lampu dapat memiliki kuat cahaya yang berbeda untuk penggunaan daya listrik yang sama 

 

  1. Pilih Jenis Bola Lampu Yang Tepat  

Pilih jenis bola lampu yang sesuai dengan kebutuhan ruangan anda, sangat disarankan untuk memilih jenis bola lampi yang hemat energi agar penggunaan daya listrik dapat berkurang. Jenis bola lampu dapat dilihat pada tabel berikut ini.

  2. Pilih Penggunaan Daya Bola Lampu Yang Tepat  

Pilih penggunaan daya listrik bola lampu yang tepat agar bola lampu menghasilkan cahaya dengan intensitas yang sesuai dengan kebutuhan ruangan. Semakin besar daya listrik yang digunakan maka semakin tinggi intensitas cahaya yang akan dihasilkan. Penggunaan daya listrik bola lampu dapat dilihat pada tabel berikut :

 

  1. Perhatikan Jenis Ruangan Untuk Menentukan Kebutuhan Pencahayaan  

Perhatikan jenis ruangan yang akan dipasangkan bola lampu untuk menentukan kebutuhan kuat pencahayaan di ruangan tersebut, setiap ruangan membutuhkan tingkat pencahayaan yang berbeda yang ditentukan menyesuakan dengan jenis kegiatan yang akan dilakukan di ruangan dan ditentukan dalam satuan lumen (kuat cahaya). Kebutuhan tingkat pencahayaan ruangan dapat dilihat pada tabel berikut :

  2. Hitung Kebutuhan Jumlah Bola Lampu / Titik Penerangan  

Hitung kebutuhan bola lampu / titik penerangan agar ruangan memiliki tingkat pencahayaan yang sesuai dan nyaman. Jumlah bola lampu yang diperlukan dapat dihitung dengan cara berikut :

Contoh Perhitungan Bola Lampu

Ruangan dengan ukuran 4 x 6 meter akan digunakan sebagai ruang kerja dan akan dipasangkan bola lampu LED 250 lumen 15 watt, maka perhitungan kebutuhan bola lampu ruangan tersebut adalah sebagai berikut :

* Dalam perhitungan tersebut menyimpulkan bahwa ruangan tersebut membutuhkan 6 bola lampu LED 250 lumen 15 watt yang terpasang secara merata di seluruh titik ruangan.