Banner artikel

Mau Beli Keramik Untuk Tangga? Begini Cara Menghitung Kebutuhannya!

Untuk menghitung kebutuhan keramik tangga sebelum membeli: 

  • Ukur jumlah dan dimensi bidang pijakan, bidang tegak, serta bordes.
  • Kelompokkan bagian tangga yang memiliki ukuran sama.
  • Hitung jumlah potongan pada setiap bagian.
  • Buat pola potong untuk beberapa ukuran keramik.
  • Periksa sisa potongan yang masih dapat digunakan.
  • Bandingkan kebutuhan keping dan jumlah sambungannya.
  • Pilih ukuran yang paling sesuai.
  • Tambahkan keramik cadangan secara terpisah.
  • Ubah jumlah keping akhir menjadi dus utuh.

Berbeda dari lantai biasa, tangga terdiri atas beberapa bidang dengan bentuk dan ukuran berbeda. Karena itu, rumus keramik tangga tidak cukup menggunakan luas total. Perhitungannya perlu mengikuti pola potong agar jumlah keping yang dibeli sesuai dengan kebutuhan pemasangan.

Dengan mencatat ukuran setiap bagian dan membandingkan beberapa ukuran keramik, Anda dapat memperkirakan jumlah sambungan, pemanfaatan sisa potongan, cadangan, hingga jumlah dus yang perlu dibeli.

 I. Ukur Bidang Tangga yang Akan Dilapisi Keramik 

Mengukur bidang tangga   

Ukur panjang dan lebar setiap pijakan, panjang dan tinggi setiap bidang tegak, serta panjang dan lebar bordes. Gunakan ukuran aktual setelah permukaan siap dilapisi karena ukurannya dapat berbeda dari gambar rencana.

Catat seluruh ukuran dalam satu satuan yang sama, misalnya sentimeter. Jika terdapat sisi miring, belokan, atau sudut yang tidak siku, buat sketsa dan tuliskan dimensinya secara terpisah.

 II. Kelompokkan Anak Tangga Berdasarkan Ukurannya 

Kelompok anak tangga   

Gabungkan bidang yang memiliki dimensi sama agar perhitungan tidak perlu dilakukan satu per satu. Pisahkan anak tangga awal, akhir, atau bagian di dekat bordes apabila ukurannya berbeda.

Gunakan checklist berikut saat melakukan pencatatan:

  • Bagian tangga: pijakan, bidang tegak, atau bordes
  • Panjang bidang aktual
  • Lebar pijakan atau tinggi bidang tegak
  • Jumlah bidang dengan ukuran yang sama
  • Catatan sudut, arah motif, atau detail tepi

 III. Hitung Jumlah Potongan untuk Bidang Pijakan 

Menghitung jumlah potongan pijakan   

Hitung kebutuhan keramik pijakan tangga berdasarkan jumlah potongan yang diperlukan untuk menutup panjang dan lebarnya. Gunakan rumus berikut:

Jumlah potongan pijakan = potongan per pijakan × jumlah pijakan berukuran sama

Contohnya, pijakan berukuran 90 × 30 cm membutuhkan tiga potongan 30 × 30 cm jika menggunakan keramik berukuran 30 × 30 cm. Untuk sepuluh pijakan, kebutuhannya menjadi 30 potongan.

Jangan hanya membagi luas seluruh pijakan dengan luas satu keping. Cara tersebut belum memperhitungkan susunan potongan, jumlah sambungan, dan sisa yang dihasilkan.

 IV. Hitung Jumlah Potongan untuk Bidang Tegak 

 Menghitung potongan bidang tegak  

Kebutuhan keramik bidang tegak tangga harus dihitung secara terpisah karena dimensinya biasanya lebih kecil daripada bidang pijakan. Misalnya, bidang berukuran 90 × 18 cm dapat dibagi menjadi tiga potongan 30 × 18 cm atau kombinasi potongan 60 × 18 cm dan 30 × 18 cm.

Periksa apakah potongan tersebut dapat diambil dari sisa keramik pijakan. Namun, jangan langsung menganggap seluruh sisa dapat digunakan karena arah motif, ukuran bersih, dan kondisi tepinya mungkin tidak sesuai.

 V. Hitung Kebutuhan Keramik untuk Bordes secara Terpisah 

 Hitung keramik untuk bordes  

Ukur bordes berdasarkan bentuk aktualnya, kemudian tentukan arah pemasangan dan posisi nat. Bordes berukuran 90 × 90 cm, misalnya, akan menghasilkan pembagian keping yang berbeda ketika menggunakan keramik 30 × 30 cm, 60 × 60 cm, atau 60 × 120 cm.

Masukkan sisa pemotongan bordes ke dalam perhitungan bagian lain hanya jika dimensinya mencukupi dan arah motifnya tetap sesuai.

 VI. Buat Pola Potong untuk Setiap Pilihan Ukuran Keramik 

Pola potong keramik   

Gambarkan pembagian setiap keping menjadi potongan untuk pijakan, bidang tegak, atau bordes. Pola potong perlu memperhitungkan ukuran aktual bidang, lebar nat, toleransi pemotongan, arah motif, dan posisi tepi potongan.

Melalui pola tersebut, Anda dapat mengetahui:

  • Jumlah potongan yang dihasilkan dari satu keping
  • Bagian tangga yang menggunakan setiap potongan
  • Sisa yang masih dapat digunakan
  • Sisa akhir yang tidak dapat dimanfaatkan
  • Posisi sambungan pada setiap bidang

 VII. Gunakan Kembali Sisa Potongan pada Bagian Tangga Lain 

Memasang Sisa Potongan keramik   

Sisa potongan dapat digunakan kembali apabila ukurannya memenuhi kebutuhan bidang lain. Sebagai contoh, potongan selebar 30 cm dari pijakan mungkin dapat dipakai untuk bidang tegak, tepi tangga, atau bagian bordes.

Sebelum memasukkannya ke dalam perhitungan, periksa:

  • Dimensi bersih setelah pemotongan
  • Arah motif
  • Kondisi tepi potongan
  • Posisi pemasangan
  • Risiko kerusakan ketika dipotong kembali

Sisa yang hanya cukup secara luas, tetapi tidak sesuai bentuk atau arah motif, tidak boleh dianggap sebagai potongan siap pakai.

 Bandingkan Kebutuhan dari Beberapa Ukuran Keramik 

Gunakan ukuran tangga yang sama saat membandingkan pilihan keramik. Jangan hanya melihat jumlah keping karena isi per dus, jumlah sambungan, dan sisa material juga memengaruhi keputusan pembelian.

Tabel perbandingan ukuran

Tabel tersebut perlu diisi berdasarkan pola potong aktual. Ukuran keramik yang terlihat efisien untuk pijakan belum tentu menghasilkan sisa yang sesuai untuk bidang tegak atau bordes.

 Pilih Ukuran Keramik yang Paling Sesuai dengan Bidang Tangga 

Pilih ukuran keramik berdasarkan kecocokannya dengan pijakan, bidang tegak, dan bordes, bukan hanya berdasarkan jumlah keping paling sedikit. Jika masih membandingkan pilihan yang tersedia, kenali dahulu macam-macam ukuran keramik lantai dan cara memilihnya, lalu susun pola potong setiap ukuran menggunakan dimensi tangga yang sama.

Keramik berukuran besar dapat mengurangi jumlah sambungan, tetapi belum tentu lebih efisien apabila sebagian besar keping harus dipotong dan sisanya tidak dapat digunakan. Sebaliknya, keramik yang lebih kecil lebih mudah menyesuaikan bidang, tetapi dapat menghasilkan lebih banyak sambungan.

 Bedakan Sisa Potongan dengan Keramik Cadangan 

Sisa potongan merupakan material yang muncul dari pola pemotongan. Sementara itu, keramik cadangan adalah keping tambahan yang disiapkan untuk mengantisipasi kerusakan, kesalahan pemotongan, atau kebutuhan perbaikan berikutnya.

 Tambahkan Keramik Cadangan ke dalam Perhitungan 

Tambahkan cadangan setelah kebutuhan bersih berdasarkan pola potong dan pemanfaatan sisa diketahui. Gunakan rumus berikut:

Cadangan = kebutuhan keping setelah pola potong × persentase cadangan

Bulatkan hasilnya ke atas menjadi keping utuh. Besarnya cadangan perlu disesuaikan dengan kompleksitas pola, intensitas pemotongan, keterampilan pemasang, dan kemungkinan kebutuhan perbaikan.

 Ubah Jumlah Keping Menjadi Jumlah Dus 

Jumlahkan kebutuhan bersih dan cadangan, kemudian bagi dengan isi aktual satu dus.

Jumlah dus = (kebutuhan keping + cadangan) ÷ isi keping per dus

Bulatkan hasilnya ke atas karena pembelian umumnya dilakukan dalam dus utuh. Jangan memakai asumsi isi dus hanya berdasarkan ukuran keramik. Periksa informasi pada kemasan atau produk yang akan dibeli karena jumlah keping dalam satu dus dapat berbeda.

 Simulasikan Perhitungan sampai Menjadi Jumlah Dus 

Misalkan terdapat:

  • 10 bidang pijakan berukuran 90 × 30 cm
  • 10 bidang tegak berukuran 90 × 18 cm
  • 1 bordes berukuran 90 × 90 cm
  • Cadangan sebesar 10%

Catatan: Contoh dalam artikel ini merupakan simulasi perencanaan material. Ukuran akhir, lebar nat, detail tepi, kondisi permukaan, dan pola pemotongan tetap perlu diperiksa langsung bersama tukang atau pelaksana sebelum pembelian dan pemasangan.

Berikut simulasi sederhana untuk membandingkan beberapa ukuran keramik:

Tabel simulasi

Contohnya, kebutuhan ukuran 60 × 60 cm setelah pola potong adalah 16 keping. Setelah ditambah dua keping cadangan, totalnya menjadi 18 keping. Jika satu dus berisi empat keping, perhitungannya adalah 18 ÷ 4 = 4,5 dus, sehingga perlu dibulatkan menjadi lima dus.

Simulasi tersebut menunjukkan bahwa ukuran keramik terbesar tidak otomatis menghasilkan jumlah dus paling sedikit. Isi kemasan, pola potong, jumlah sambungan, arah motif, dan sisa yang dapat digunakan kembali tetap memengaruhi hasil pembelian.

 Masukkan Stepnosing ke dalam Rencana Potongan 

Jika tangga menggunakan stepnosing, tentukan detail tepinya sebelum menghitung ukuran akhir pijakan. Keberadaan komponen atau profil tepi tersebut dapat mengubah dimensi potongan dan posisi sambungan.

Gunakan gambar detail ketika merencanakan pemasangan stepnosing granite bersama pelaksana. Dengan demikian, keramik pijakan tidak terlanjur dipotong menggunakan ukuran yang belum memperhitungkan detail tepi tangga.

 FAQ seputar Cara Menghitung Kebutuhan Keramik Tangga 

Beberapa hal berikut perlu dipastikan agar hasil perhitungan dapat digunakan sebagai dasar pembelian.

1. Apakah kebutuhan keramik tangga cukup dihitung berdasarkan luas?

Tidak. Pembagian dan penggunaan kembali potongan dapat membuat kebutuhan keping berbeda meskipun luas total tangganya sama.

2. Apakah keramik berukuran besar selalu membutuhkan keping lebih sedikit?

Tidak selalu. Hasilnya bergantung pada kecocokan ukuran keramik dengan bidang pijakan, bidang tegak, bordes, dan isi setiap dus.

3. Apakah sisa potongan dapat digunakan untuk anak tangga lain?

Bisa, selama dimensinya mencukupi serta arah motif, kondisi tepi, dan posisi pemasangannya sesuai.

4. Apakah seluruh anak tangga dapat dihitung menggunakan satu ukuran?

Hanya jika hasil pengukuran aktual menunjukkan bahwa dimensinya benar-benar sama. Bidang yang berbeda harus dicatat sebagai kelompok tersendiri.

5. Kapan keramik cadangan ditambahkan?

Setelah kebutuhan berdasarkan pola potong diketahui agar cadangan tidak digunakan untuk menutupi potongan yang belum diperhitungkan.

6. Bagaimana menghitung kebutuhan keramik dalam satuan dus?

Jumlahkan kebutuhan keping dan cadangan, bagi dengan isi aktual setiap dus, kemudian bulatkan hasilnya ke atas.

Rekomendasi produk

 Kesimpulan 

Cara menghitung kebutuhan keramik tangga dimulai dengan mengukur bidang pijakan, bidang tegak, dan bordes secara terpisah. Setelah itu, buat pola potong beberapa ukuran keramik untuk membandingkan jumlah keping, sambungan, dan sisa yang masih dapat digunakan.

Tambahkan keramik cadangan setelah kebutuhan berdasarkan pola potong diketahui. Jumlahkan keduanya, lalu ubah hasil akhirnya menjadi jumlah dus utuh sesuai isi aktual pada kemasan.

 Ukur Tangga Terlebih Dahulu agar Kebutuhan Keramik Bisa Dihitung dengan Tepat! 

Bawa catatan ukuran setiap bagian tangga atau gambar rencana pemasangan saat berkonsultasi dengan Gemilang Pusat Bahan Bangunan. Tim Gemilang dapat membantu Anda membandingkan ukuran keramik yang tersedia serta memperkirakan jumlah keping dan dus berdasarkan kebutuhan tangga. Konfirmasikan kembali pola potong bersama pelaksana sebelum melakukan pembelian.

Telepon: 0511-6723066
WhatsApp: +6281251140412
Email: [email protected]
Instagram: gemilangstorepusat
Facebook: GemilangStorePusat

Referensi

Roman. (2023, 27 Juni). Cara menghitung kebutuhan keramik dan granit agar tidak kelebihan atau kekurangan. Roman. https://roman.co.id/id/articles/cara-menghitung-kebutuhan-keramik-dan-granit-agar-tidak-kelebihan-atau-kekurangan/