
Untuk menghitung kebutuhan keramik tangga sebelum membeli:
Berbeda dari lantai biasa, tangga terdiri atas beberapa bidang dengan bentuk dan ukuran berbeda. Karena itu, rumus keramik tangga tidak cukup menggunakan luas total. Perhitungannya perlu mengikuti pola potong agar jumlah keping yang dibeli sesuai dengan kebutuhan pemasangan.
Dengan mencatat ukuran setiap bagian dan membandingkan beberapa ukuran keramik, Anda dapat memperkirakan jumlah sambungan, pemanfaatan sisa potongan, cadangan, hingga jumlah dus yang perlu dibeli.
I. Ukur Bidang Tangga yang Akan Dilapisi Keramik |
||
|
Ukur panjang dan lebar setiap pijakan, panjang dan tinggi setiap bidang tegak, serta panjang dan lebar bordes. Gunakan ukuran aktual setelah permukaan siap dilapisi karena ukurannya dapat berbeda dari gambar rencana. Catat seluruh ukuran dalam satu satuan yang sama, misalnya sentimeter. Jika terdapat sisi miring, belokan, atau sudut yang tidak siku, buat sketsa dan tuliskan dimensinya secara terpisah. |
|
II. Kelompokkan Anak Tangga Berdasarkan Ukurannya |
||
|
Gabungkan bidang yang memiliki dimensi sama agar perhitungan tidak perlu dilakukan satu per satu. Pisahkan anak tangga awal, akhir, atau bagian di dekat bordes apabila ukurannya berbeda. Gunakan checklist berikut saat melakukan pencatatan:
|
|
III. Hitung Jumlah Potongan untuk Bidang Pijakan |
||
|
Hitung kebutuhan keramik pijakan tangga berdasarkan jumlah potongan yang diperlukan untuk menutup panjang dan lebarnya. Gunakan rumus berikut: Jumlah potongan pijakan = potongan per pijakan × jumlah pijakan berukuran sama Contohnya, pijakan berukuran 90 × 30 cm membutuhkan tiga potongan 30 × 30 cm jika menggunakan keramik berukuran 30 × 30 cm. Untuk sepuluh pijakan, kebutuhannya menjadi 30 potongan. Jangan hanya membagi luas seluruh pijakan dengan luas satu keping. Cara tersebut belum memperhitungkan susunan potongan, jumlah sambungan, dan sisa yang dihasilkan. |
|
IV. Hitung Jumlah Potongan untuk Bidang Tegak |
||
![]() |
Kebutuhan keramik bidang tegak tangga harus dihitung secara terpisah karena dimensinya biasanya lebih kecil daripada bidang pijakan. Misalnya, bidang berukuran 90 × 18 cm dapat dibagi menjadi tiga potongan 30 × 18 cm atau kombinasi potongan 60 × 18 cm dan 30 × 18 cm. Periksa apakah potongan tersebut dapat diambil dari sisa keramik pijakan. Namun, jangan langsung menganggap seluruh sisa dapat digunakan karena arah motif, ukuran bersih, dan kondisi tepinya mungkin tidak sesuai. |
|
V. Hitung Kebutuhan Keramik untuk Bordes secara Terpisah |
||
![]() |
Ukur bordes berdasarkan bentuk aktualnya, kemudian tentukan arah pemasangan dan posisi nat. Bordes berukuran 90 × 90 cm, misalnya, akan menghasilkan pembagian keping yang berbeda ketika menggunakan keramik 30 × 30 cm, 60 × 60 cm, atau 60 × 120 cm. Masukkan sisa pemotongan bordes ke dalam perhitungan bagian lain hanya jika dimensinya mencukupi dan arah motifnya tetap sesuai. |
|
VI. Buat Pola Potong untuk Setiap Pilihan Ukuran Keramik |
||
|
Gambarkan pembagian setiap keping menjadi potongan untuk pijakan, bidang tegak, atau bordes. Pola potong perlu memperhitungkan ukuran aktual bidang, lebar nat, toleransi pemotongan, arah motif, dan posisi tepi potongan. Melalui pola tersebut, Anda dapat mengetahui:
|
|
VII. Gunakan Kembali Sisa Potongan pada Bagian Tangga Lain |
||
|
Sisa potongan dapat digunakan kembali apabila ukurannya memenuhi kebutuhan bidang lain. Sebagai contoh, potongan selebar 30 cm dari pijakan mungkin dapat dipakai untuk bidang tegak, tepi tangga, atau bagian bordes. Sebelum memasukkannya ke dalam perhitungan, periksa:
Sisa yang hanya cukup secara luas, tetapi tidak sesuai bentuk atau arah motif, tidak boleh dianggap sebagai potongan siap pakai. |
|
Gunakan ukuran tangga yang sama saat membandingkan pilihan keramik. Jangan hanya melihat jumlah keping karena isi per dus, jumlah sambungan, dan sisa material juga memengaruhi keputusan pembelian.

Tabel tersebut perlu diisi berdasarkan pola potong aktual. Ukuran keramik yang terlihat efisien untuk pijakan belum tentu menghasilkan sisa yang sesuai untuk bidang tegak atau bordes.
Pilih ukuran keramik berdasarkan kecocokannya dengan pijakan, bidang tegak, dan bordes, bukan hanya berdasarkan jumlah keping paling sedikit. Jika masih membandingkan pilihan yang tersedia, kenali dahulu macam-macam ukuran keramik lantai dan cara memilihnya, lalu susun pola potong setiap ukuran menggunakan dimensi tangga yang sama.
Keramik berukuran besar dapat mengurangi jumlah sambungan, tetapi belum tentu lebih efisien apabila sebagian besar keping harus dipotong dan sisanya tidak dapat digunakan. Sebaliknya, keramik yang lebih kecil lebih mudah menyesuaikan bidang, tetapi dapat menghasilkan lebih banyak sambungan.
Sisa potongan merupakan material yang muncul dari pola pemotongan. Sementara itu, keramik cadangan adalah keping tambahan yang disiapkan untuk mengantisipasi kerusakan, kesalahan pemotongan, atau kebutuhan perbaikan berikutnya.
Tambahkan cadangan setelah kebutuhan bersih berdasarkan pola potong dan pemanfaatan sisa diketahui. Gunakan rumus berikut:
Cadangan = kebutuhan keping setelah pola potong × persentase cadangan
Bulatkan hasilnya ke atas menjadi keping utuh. Besarnya cadangan perlu disesuaikan dengan kompleksitas pola, intensitas pemotongan, keterampilan pemasang, dan kemungkinan kebutuhan perbaikan.
Jumlahkan kebutuhan bersih dan cadangan, kemudian bagi dengan isi aktual satu dus.
Jumlah dus = (kebutuhan keping + cadangan) ÷ isi keping per dus
Bulatkan hasilnya ke atas karena pembelian umumnya dilakukan dalam dus utuh. Jangan memakai asumsi isi dus hanya berdasarkan ukuran keramik. Periksa informasi pada kemasan atau produk yang akan dibeli karena jumlah keping dalam satu dus dapat berbeda.
Misalkan terdapat:
Catatan: Contoh dalam artikel ini merupakan simulasi perencanaan material. Ukuran akhir, lebar nat, detail tepi, kondisi permukaan, dan pola pemotongan tetap perlu diperiksa langsung bersama tukang atau pelaksana sebelum pembelian dan pemasangan.
Berikut simulasi sederhana untuk membandingkan beberapa ukuran keramik:

Contohnya, kebutuhan ukuran 60 × 60 cm setelah pola potong adalah 16 keping. Setelah ditambah dua keping cadangan, totalnya menjadi 18 keping. Jika satu dus berisi empat keping, perhitungannya adalah 18 ÷ 4 = 4,5 dus, sehingga perlu dibulatkan menjadi lima dus.
Simulasi tersebut menunjukkan bahwa ukuran keramik terbesar tidak otomatis menghasilkan jumlah dus paling sedikit. Isi kemasan, pola potong, jumlah sambungan, arah motif, dan sisa yang dapat digunakan kembali tetap memengaruhi hasil pembelian.
Jika tangga menggunakan stepnosing, tentukan detail tepinya sebelum menghitung ukuran akhir pijakan. Keberadaan komponen atau profil tepi tersebut dapat mengubah dimensi potongan dan posisi sambungan.
Gunakan gambar detail ketika merencanakan pemasangan stepnosing granite bersama pelaksana. Dengan demikian, keramik pijakan tidak terlanjur dipotong menggunakan ukuran yang belum memperhitungkan detail tepi tangga.
Beberapa hal berikut perlu dipastikan agar hasil perhitungan dapat digunakan sebagai dasar pembelian.
Tidak. Pembagian dan penggunaan kembali potongan dapat membuat kebutuhan keping berbeda meskipun luas total tangganya sama.
Tidak selalu. Hasilnya bergantung pada kecocokan ukuran keramik dengan bidang pijakan, bidang tegak, bordes, dan isi setiap dus.
Bisa, selama dimensinya mencukupi serta arah motif, kondisi tepi, dan posisi pemasangannya sesuai.
Hanya jika hasil pengukuran aktual menunjukkan bahwa dimensinya benar-benar sama. Bidang yang berbeda harus dicatat sebagai kelompok tersendiri.
Setelah kebutuhan berdasarkan pola potong diketahui agar cadangan tidak digunakan untuk menutupi potongan yang belum diperhitungkan.
Jumlahkan kebutuhan keping dan cadangan, bagi dengan isi aktual setiap dus, kemudian bulatkan hasilnya ke atas.

Cara menghitung kebutuhan keramik tangga dimulai dengan mengukur bidang pijakan, bidang tegak, dan bordes secara terpisah. Setelah itu, buat pola potong beberapa ukuran keramik untuk membandingkan jumlah keping, sambungan, dan sisa yang masih dapat digunakan.
Tambahkan keramik cadangan setelah kebutuhan berdasarkan pola potong diketahui. Jumlahkan keduanya, lalu ubah hasil akhirnya menjadi jumlah dus utuh sesuai isi aktual pada kemasan.
Bawa catatan ukuran setiap bagian tangga atau gambar rencana pemasangan saat berkonsultasi dengan Gemilang Pusat Bahan Bangunan. Tim Gemilang dapat membantu Anda membandingkan ukuran keramik yang tersedia serta memperkirakan jumlah keping dan dus berdasarkan kebutuhan tangga. Konfirmasikan kembali pola potong bersama pelaksana sebelum melakukan pembelian.
Telepon: 0511-6723066
WhatsApp: +6281251140412
Email: [email protected]
Instagram: gemilangstorepusat
Facebook: GemilangStorePusat
Roman. (2023, 27 Juni). Cara menghitung kebutuhan keramik dan granit agar tidak kelebihan atau kekurangan. Roman. https://roman.co.id/id/articles/cara-menghitung-kebutuhan-keramik-dan-granit-agar-tidak-kelebihan-atau-kekurangan/